Mungkin Alasan-Alasan Mendaki Gunung Kita Sama

Apa alasanmu mendaki Gunung?

Alasan-alasan mendaki Gunung

Enggak terasa kalau mendaki gunung membuat saya selalu rindu. Rindu suasananya, pemandangannya, perjalanannya, bau keringetnya, emba-emba pendaki cantiknya, bapernya dan banyak lah. Saya sendiri enggak pernah kepikiran kalau bisa begitu sukanya dengan namanya mendaki gunung, kalau ada kesempatan (waktu, uang dan momen yang pas) pasti saya mendaki. Di artikel ini saya akan cerita alasan-alasan kenapa saya mendaki gunung. Mungkin dari beberapa alasan mendaki gunung versi saya ada kemiripan dengan yang kalian rasakan juga.

Di bawah ini adalah alasan-alasan saya mendaki dari awal, sampai sekarang yang saya rasakan. Dengan kerendahan hati, saya sampaikan ini dengan kejujuran… “bahasa gue kaya orang bener aja xD”

Alasan-alasan Mendaki Gunung

Penasaran dengan kegiatan pendakian gunung

Alasan mendaki gunung
Itu gunung kan? (asli nanya)

Jujur, deh! Saya penasaran dengan namanya mendaki gunung, apalagi gunung kembar pengen banget kali.  Pendakian pertama benar-benar saya jadikan pelajaran, kenapa? Pertama saya mendaki saya enggak melakukan persiapan pendakian dari alat dan fisik. Alhasil saya sempat merasakan mountain sickness, untung aja saya enggak kenapa-kenapa karena teman-teman pendakian cukup tanggap.

Sungguh mati aku jadi penasaraaan, enggak lucu kalau mati karena penasaran. Karena pendakian gunung udah jadi trend, pastilah banyak orang yang mendaki gunung itu cuma karena penasaran. ‘Gimana sih rasanya naik gunung?’

Mengukur Batas Diri

Apa alasanmu mendaki Gunung?

Rasa penarasaran saya terlunasi, dan walaupun merasakan sakit ketika pendakian pertama tidak membuat saya kapok, malah menjadi candu. Saya masih tergolong pemula dalam kegiatan pendakian gunung dan selama ini juga saya masih ingin mengukur sejauh mana batas diri saya dalam pendakian? Sejauh mana kaki ini bisa melangkah? Seberguna apa diri ini dalam team pendakian? seberapa banyak pelajaran yang bisa diambil? Berapa banyak nomer cewe yang bisa didapat ketika mendaki? Apakah saya jomblo? IYA!!!

Alasan kedua ini sudah saya dapatkan jawabannya dan selalu jadi bahan evaluasi. Untuk poin dapat nomer cewe ternyata saya termasuk orang yang gagal, bray. Nyatanya saya enggak pernah dapat nomer cewe, dapatnya nomor cowo, please deeeh ah!.

Ingin Disebut Pendaki?

Kenapa mendaki gunung?
Sebut saya, PENDAKI GALAU! xD

Cie ileh, pendaki nih ye… Dulu, ini cerita dulu, kenapa saya mendaki selain penasaran juga ingin disebut sebagai pendaki. Kelihatannya sih, gagah, keren, pecinta alam, anak kebon, dan lain-lain. Tapi, semakin kesini saya semakin sadar, menyandang title pendaki itu sebenarnya banyak rasa enggak enaknya. Coba deh lihat gunung-gunung sekarang, sampah, batu dicoret-coret, edelweis di petik, ada warungnya, mungkin kedepannya di Gunung bakal ada hotel Bintang 7, puyer kali…

Title pendaki juga identik dengan pecinta alam, sedangkan saya apa? Enggak pernah ada kontribusi besar dalam melestarikan alam, dalam konteks tulisan ini adalah gunung. Saya lebih senang dengan nama penikmat alam, saya hanya sekedar menikmati dalam batas wajar dan berusaha tidak merusak apalagi mengotori tempat-tempat wisata alam, khususnya gunung.

Sudah Menjadi Hobi

ini alasanku mendaki gunung

3 alasan mendaki gunung di atas adalah alasan-alasan awal kenapa saya mendaki gunung. Semuanya sudah tidak menjadi alasan utama saya mendaki gunung, gunung sudah membuat saya selalu rindu dengannya. Mendaki gunung sudah menjadi hobi saya, hobi yang enggak selalu bisa dilakukan dengan mudah, selalu penuh tantangan. Butuh persiapan, waktu, tenaga dan pastinya uang.

Namanya juga udah hobi, kalau memang bisa, uang seberapa pun bisa keluar demi memenuhi hasrat. Saya harap ketika nanti kalau sudah punya istri, istri saya bisa mengerti hobi saya yang satu ini -_-v

hey istriku di masa depan, tolong kamu baca tulisan ini ya, tertanda: Suamimu di masa lalu. xD

Sebagai Salah Satu Sarana Tadabbur Alam

alasan mendaki gunung
“It is not the mountain we conquer but ourselves.”

Tidakkah engkau tahu bahwa siapa yang ada di langit dan siapa yang ada di bumi bersujud kepada Allah, juga matahari, bintang, gunung-gunung, pohon-pohon, hewan-hewan yang melata, dan banyak di antara manusia? Tetapi banyak (manusia) yang pantas mendapatkan azab…….. (Qs. Al-Hajj : 18)

Alasan utama saya mendaki gunung sekarang ini adalah yang satu ini, sarana tadabbur alam. Semoga, dengan melakukan tadabur alam kita semakin meningkatkan rasa syukur atas nikmat dan anugrah Allah melalui keindahan alam. Berada di atas gunung yang tinggi dan besar membuat kita merasa kecil, mengikis sedikit demi sedikit rasa sombong yang ada di dalam dada. Ada banyak energi positif yang saya dapat setelah mendaki gunung, mungkin ini salah satu manfaat tadabbur alam. Sebenarnya tadabbur alam tidak hanya di gunung, maka dari itu saya tuliskan salah satu sarana tadabbur alam adalah mendaki gunung.

Itulah alasan-alasan mendaki gunung versi saya, mana versi mu? Hehehe. Karena mendaki saya juga mendapat banyak keuntungan, teman baru, pengalaman baru, gebetan baru (yang ini bohong),  dan juga blog ini (Arstory.net) saya buat setelah saya hobi mendaki, tujuan utamanya untuk mengabadikan kisah-kisah perjalanan saya dalam bentuk tulisan, tidak hanya gambar. Menulis itu untuk keabadian.

Arstory

Terima kasih sudah membaca artikel "Mungkin Alasan-Alasan Mendaki Gunung Kita Sama". Jika artikel ini bermanfaat jangan lupa di share ya :). Baca juga artikel terkait "Mungkin Alasan-Alasan Mendaki Gunung Kita Sama".

Maaf ya, Menghindari modus spam dan sejenisnya, komen saya moderasi. Terimakasih ^_^

7 Comments

  1. waaa jadi kangen pengen naik gunung lagi. Terakhir tahun 2011 gunung Pangrango.
    sejak nikah dan naik gunung kembar jadi ga pernah mendaki lagi hehe.

    Salam mas Ari

  2. Sudah lama ga naik gunung. Sekarang paling banter trekking ke air terjun, itupun sudah ngos-ngosan 😀
    Pengalaman berkesan waktu berpetualang selama 4 bulan, ditutup dengan mendaki semeru pas lebaran tahun ’93. haru..

Leave a Reply to Arstory Cancel reply

Your email address will not be published.


*