Belajar Dari Film Everest 2015, Tragedi Pendaki Menuju Puncak Tertinggi

Film Everest 2015

Bagi para pendaki gunung, Film Everest 2015 ini sangat dinanti-nanti. Film yang berdasarkan kisah nyata yang terjadi di Gunung Everest pada Mei 1996 ini sangat berbeda rasanya tentang film pendakian gunung lainnya. Kalau 5 CM membuat kalian siap untuk mendaki gunung, Film Everest 2015 membuat kalian untuk tetap didalam rumah.

Film Everest 2015

Sebagian besar sudut pandang film ini merupakan adaptasi dari buku Into Thin Air: A Personal Account of the Mt. Everest Disaster karya Jhon Krakauer yang merupakan korban selamat dari tragedi tersebut. Sutradara Baltasar Kormaur dapat mengemasnya menjadi sebuah film yang wajib ditonton. Setting film yang menggambarkan jajaran pegunungan Himalaya akan mampu membuat penonton berdecak kagum akan keindahan panorama alamnya.

Tokoh central di film ini adalah Rob Hall (Jason Clarke), dan beberapa tokoh yang terlibat dalam pendakian Everest pada 1996 yaitu Scott Fishcer (Jake Gyllenhaal), Beck Weathers (Josh Brolin), Doug Hansen (John Hawkes), Guy Cotter (Sam Worthington), Andy Harris (Martin Henderson), Yasuko Namba (Naoko Mori), Anatoli Boukreev (Ingvar Eggert Sigurosson) dan penulis buku itu sendiri Jhon Krakauer (Michael Kelly).

Pada awal film kita akan menyaksikan indahnya Nepal hingga sampai kepada Basecamp pendakian Everest. Dalam film ini juga kita dapat belajar bahwa mendaki gunung seperti Everest ini tidak bisa dilakukan secara langsung, kita membutuhkan persiapan yang matang. Karena, terlihat beberapa kali para aktor mendaki dari basecamp ke camp 1 kemudian turun kembali, kemudian basecamp ke camp 2 kemudian turun kembali. Sudah jelas tujuannya agar tubuh para pendaki mampu beradaptasi terhadap kondisi alam disana yang memiliki kesedian oksigen yang sedikit.

Ketegangan pendakian gunung dan dinginnya gunung Everest sangat akan dirasakan karena penggambaran lokasi yang sangat bagus dan mampu membawa penonton hanyut kedalam suasana adegan yang terjadi. Detail jalur pendakian pun dijelaskan secara gamblang.

Pendakian berjalan lancar pada mulanya, hingga tiba saatnya satu per satu masalah datang. Dari pendaki yang terhantam bola salju, Beck kehilangan sebagian penglihatannya, persediaan oksigen yang semakin menipis dan pada akhirnya badai salju besar datang menghantam semua pendaki.

Beberapa teknik pendakian, penyakit-penyakit yang menyerang pendaki dan keegoisan pendaki gunung digambarkan secara jelas di film ini. Film ini kental akan pesan untuk mencapai tujuan, apapun yang terjadi tujuan itu harus tercapai. Dan sesungguhnya tujuan mendaki gunung bukanlah puncak, melainkan kembali kerumah seperti saat akan pergi.

Fokus film ini bukanlah terhadap keindahan alam melainkan ketegangan dan kesulitan-kesulitan pendaki gunung untuk mencapai puncak. Dan, hal ini yang akan membuat kalian berpikir dua, tiga, empat bahkan ratusan kali untuk mendaki gunung. Karena gunung bukanlah tempat aman untuk bermain, selalu ada resiko yang pertaruhannya adalah nyawa.

Film ini wajib ditonton bagi kalian pecinta film drama, advanture, thriller dan true story. Dan bagi kalian para pendaki gunung, film ini bisa dijadikan salah satu pembelajaran bisa dari tehnik mendaki hingga sikap yang perlu diambil ketika mendaki gunung. – Arstory.net

Terima kasih sudah membaca artikel "Belajar Dari Film Everest 2015, Tragedi Pendaki Menuju Puncak Tertinggi". Jika artikel ini bermanfaat jangan lupa di share ya :). Baca juga artikel terkait "Belajar Dari Film Everest 2015, Tragedi Pendaki Menuju Puncak Tertinggi".

Maaf ya, Menghindari modus spam dan sejenisnya, komen saya moderasi. Terimakasih ^_^

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*