Apa Yang Terjadi “Ketika Mas Gagah Pergi”? #1

KMGP the movie

Apa yang terjadi Ketika Mas Gagah Pergi?” Itu yang ada dalam benak ku saat ingin menonton film Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP) The Movie #1. Karena CGV Blitz di Karawang tidak menayangkan film KMGP ini secara reguler, jadilah aku nonton bareng yang diadakan beberapa komunitas, yayasan dan organisasi yang telah bekerja keras untuk mengadakan nonton bareng film KMGP The Movie #1 secara ekslusif. Kenapa? Karena dihadiri oleh salah satu pemeran utama dalam film KMGP The Movie #1, yaitu Aquino Umar atau akrab disapa Noy yang berperan sebagai Gita, cewek berambut trondol dan tomboy adik dari Mas Gagah.

KMGP the movie

Selama 96 menit film ber-genre drama ini membuat aku berpikir bagaimana pandangan masyarakat tentang Islam di Indonesia yang katanya sebagai Negara Muslim terbesar di dunia ini. Diadaptasi dari novel yang berjudul sama, Ketika Mas Gagah Pergi, rumah produksi Indobroadcast Production mampu mengemas KMGP The Movie #1 ini menjadi suatu film dakwah yang banyak ‘menyentil’ semua pihak. Aku sebagai penonton juga merasa tertegur, terjewer, tertampar, tertusuk, baperrrrr, dan… ah banyak. Enggak heran kalau rating Ketika Mas Gagah Pergi ini sangat bagus dan laris.

Oke, cerita dikit tentang film KMGP The Movie #1. Aku cuma mau nanya, khususnya untuk para akhwat (perempuan), bagaimana kalau kalian bertemu dengan sosok ikhwan (laki-laki) yang; Ganteng, Pinter, Mandiri, Punya prospek karir bagus, gaul dan ‘kekinian’. Cukup bukan untuk dijadikan sebagai pria idaman? Tapi, dalam waktu sekejap, semua hal tentang dunia dia tinggalkan dan lebih memilih untuk hidup menurut syariat Islam. Gaya hidup hedonism ditinggalkan, karir model ditinggalkan, memilih untuk berjenggot dan sebagainya. Ya, itulah yang terjadi oleh Gagah Perwira Pratama atau Mas Gagah (Hamas Syahid).

Perubahan tersebut terjadi ketika Mas Gagah pergi ke Ternate, Maluku Utara untuk menyelesaikan tugas sebagai mahasiswa Fakultas Teknik Sipil. Perubahan tersebut menimbulkan konfilik besar dalam kehidupan Mas Gagah, yang paling ditonjolkan dalam KMGP The Movie #1 ini adalah konflik antara Mas Gagah dan Gita (Aquino Umar / Noy) adiknya yang paling tidak bisa menerima perubahan kakaknya yang secara tiba-tiba dan drastis.

Sebelum kepergian Mas Gagah, hubungan Gita dan Mas Gagah sangat erat, karena bagi Gita, Mas Gagah adalah pengganti sosok ayah mereka yang telah meninggal dunia. Namun, Gita lebih menyukai sosok Mas Gagah yang hedonism, gaul dan asik, bukan yang fanatik dan agamis menurut dia. Hal ini yang membuat Gita dan Mas Gagah selalu berdebat sepulangnya Mas Gagah dari Ternate.

Pemeran Ketika Mas Gagah Pergi the movie
Kiri-Kanan : Mas Gagah & Dik Manis 😛

Dalam ke-galau-an dan ke-baper-annya Gita karena masih belum bisa menerima perubahan kakak yang paling dia sayanginya itu. Gita selalu dipertemukan oleh orang-orang yang memiliki sikap, sifat dan pembawaan yang sama seperti Mas Gagah sepulang dari kepergiannya, yaitu Yudi (Masaji Wijayanto) seorang pria agamis yang selalu men-syiarkan agama Islam dari bis ke bis dan beberapa kali bertemu dengan Gita di dalam bis dan perkataan-perkataan Yudi sedikit banyak membuat Gita tidak nyaman karena selalu pas dengan keadaan yang dia hadapi saat itu. Ada juga Tika (Meta Rizki Nurmala) sosok sahabat Gita yang ketika diajak curhat dia malah memberi nasihat seperti Mas Gagah, dan suatu ketika Tika juga berubah menjadi sosok yang lebih agamis dengan menggunakan hijab.

Karena film ini bersambung dan akan muncul Ketika Mas Gagah Pergi The Movie #2 aku gak tau kelanjutannya dalam film. Walaupun novel dan cerpen Ketika Mas Gagah Pergi karya Helvy Tiana Rosa sudah ada dan menjadi best seller dan juga sudah 40 kali cetak. Kalian bisa membacanya sendiri kalau mau tau kelanjutannya, hehe. Nonton filmnya lebih asiik looh dari pada baca, tapi kalau mau tau garis besar cerita KMGP ini baca dulu yaa gapapa sih.

Seperti yang aku tulis sebelumnya, Ketika Mas Gagah Pergi ini membuat aku berpikir bagaimana pandangan masyarakat tentang Islam di Indonesia. Ketika Indonesia menyandang sebagai negara Muslim terbesar di dunia tapi masyarakat Indonesia sendiri (terlebih yang berada di kota-kota besar) ketika bertemu dengan orang-orang yang teguh mendirikan syariat islam dalam kehidupannya dianggap fanatik, ekstrimis, kuper, ke Arab-araban. Jangankan masyarakat, saudara sendiri pun bisa beranggapan seperti itu.

Tapi, itulah realita yang ada di Indonesia. Aku tidak jauh-jauh mengambil contoh, aku sendiri pun dulu pernah beranggapan seperti itu ketika aku masih belum mempelajari tentang Islam secara mendalam, walaupun aku muslim. Benarlah kalau julukannya hanya Islam KTP. Jujur saja, pernah ada masa dimana aku merasa kosong, hampa dan sendiri walaupun disekitar ramai. Perlahan-perlahan aku merasa terisi, nyaman, tenang ketika mempelajari Islam. Ilmu aku tentang Islam masih seujung kuku, tapi yang aku tau sekarang, Islam itu indah sekali.

Ketika Mas Gagah Pergi The Movie menjadi representasi antara masyarakat muslim di Indonesia dan orang-orang yang mulai ber-jihad di jalan Allah. WAJIB NONTON POKOKNYA!!!

Sembari menunggu Ketika Mas Gagah Pergi The Movie #2 aku mau lanjut nulis tentang jalan-jalan lagi aaah… Sudah hampir 3 bulan enggak nulis, sekalinya nulis malah tentang Film. Enggak papa lah ya. hehe ^_^v

Ucapan Terimakasih Kepada :
– Forum Lingkar Pena Karawang
– ODOJ Karawang
– Karawang Peduli Foundation
– Komunitas Sejuta Tangan
– Aku Berdonasi Karawang
– Backpacker Karawang

Dan segala pihak yang telah bekerja sama dalam suksesnya pengadaan nonton bareng ke-2 Ketika Mas Gagah Pergi The Movie. Semoga KMGP The Movie #2 bisa tayang secara reguler di CGV Blitz Karawang. Aamiin. @arstory

Terima kasih sudah membaca artikel "Apa Yang Terjadi “Ketika Mas Gagah Pergi”? #1". Jika artikel ini bermanfaat jangan lupa di share ya :). Baca juga artikel terkait "Apa Yang Terjadi “Ketika Mas Gagah Pergi”? #1".

Maaf ya, Menghindari modus spam dan sejenisnya, komen saya moderasi. Terimakasih ^_^

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*