Gunung Merbabu 3142 Mdpl via Selo : Memandang Sabana Yang Luas

Pendakian gunung merbabu via selo

Pendakian gunung merbabu via selo

Pendakian Gunung Merbabu via Selo sebenarnya sih sudah sekitar 3 minggu yang lalu. Tapi baru ada feel untuk nulisnya sekarang.

Diawali dengan adegan cerita menunggu rombongan dari Jakarta selama 5 jam. Jakarta – Karawang 5 jam! Dan itu enggak sampai ke Karawang, kami rombongan yang sudah siap dari pagi di Karawang sampai harus rela jemput mereka yang dari Jakarta di Cikarang karena lama dan waktu semakin terbuang. Yang kalian lakukan itu jahat! (efek film). Halah, baru 5 jam gua yang sudah 4 tahun nunggu dan sampai sekarang masih nunggu aja biasa aja (salah fokus).

Lupakan drama menunggu kita lanjut ke cerita.

Rombongan kami memang lebih memilih jalur pendakian Gunung Merbabu via Selo karena dianggap paling mudah dari jalur pendakian lainnya (via Kopeng, via Wekas, via Suwanting). Dengan rombongan total 12 orang, kami kesana dengan seorang anak, anak yang tangkas dan juga pemberani (eeh). Dengan naik mobil elf yang sudah kami booking, perjalanan Karawang – Selo selama 12 jam pun kami tempuh dengan tidak perlu mikir nanti turun dimana? harus naik apa lagi?. Pokok e beres sampai tujuan.

Jam 4 pagi lebih-lebih dikit kalau enggak salah, rombongan kami sampai di basecamp yang juga sudah kami booking (lagi) untuk tempat kami beristirahat sebelum dan sesudah mendaki (nanti) yaitu basecamp Pak Nardi. Pak Nardi ini punya ciri khas, yaitu potongan kumisnya yang kaya komedian Alm. Jojon. Tinggal ditambah pakai celana yang ada talinya sampai pundak, udah mirip lah. Haha.

Desa Selo ini juga sebenarnya menjadi jalur pendakian untuk Gunung Merapi karena letaknya diantara Gunung Merbabu dan Gunung Merapi. Tapi, kalau dari basecamp Pak Nardi ini yang lebih kelihatan jelas yaitu Gunung Merapi, kalau Gunung Merbabu tertutup bukit.

Gunung Merapi dari jalur pendakian via Selo
Fokus ke Gunung Merapi yang ada di belakangnya

09.00
Mandi sudah, sarapan sudah, packing ulang sudah, dandan sudah, foto ala-ala udah juga. Terus ngapain lagi? Pulang aja!

Setelah persiapan, kami (12 orang dengan 4 perempuan dan 3 diantaranya ribet dan beringsik) naik mobil kolbak / pickup menuju pintu gerbang pendakian Gunung Merbabu via Selo. Selama perjalanan menuju pos pendakian, ada hamparan luas ladang yang indah, pengen deh terjun dan berharap ladangnya jadi kolam renang kaya di iklan-iklan gitu, kan aszek!

Itinerary sudah matang, kini saatnya kita mengeksekusinya. Perjalanan dimulai sedikit siang, sekitar jam 9 dan gua ditugaskan untuk berada di depan. Seperti namanya jalur pendakian Gunung Merbabu via Selo, diharapkan kita akan selo-selo (baca: selow/santai) sampai puncak. Eeh, ternyata enggak.

Trek pendakian Gunung Merbabu via Selo

Semua dimulai dari Pos Kota Simpang Macan (sebelum pos 2) kita akan mulai nge-trek, ya walaupun enggak parah-parah amat kaya di Gunung Cikuray tapi ini cukup lumayan kalau dengkul enggak pernah di service, bikin engap. Ditambah hujan yang turunnya PHP alias cuma rintik-rintik terus reda, rintik-rintik lagi terus reda lagi yang bikin jalanan becek. Udah becek enggak ada ojek (basi ah).

Pos 1 Dok Malang jalur via Selo Pos Kota Simpang MacanKondisi jalur pendakian via selo POs 2

Dari 12 orang rombongan, selama perjalanan kami terpecah menjadi 4 aliansi (tssah), kelompok 1: Gua, Mas Faisal dan Aris, Kelompok 2: Fadli, Lala dan Dede, Kelompok 3: Tommy, Sevty dan Wulan dan kelompok 4 paling buncit: Sugeng, Iqbal dan Kang Oni. Bukan untuk tawuran ya, CA-TAT! Tapi, karena waktu semakin sore dan cuaca semakin berkabut dan gerimis, harus ada tenda yang berdiri. Gua yang berada di depan memutuskan untuk bangun tenda di Sabana 1. Dari pos 3 ke Sabana 1 ini butuh usaha ekstra karena jalan yang curam ditambah licin karena gerimis bisa membuat kaki kepleset.

Jam 2.30 siang gua sudah bangun tenda. Baru ada 3 orang yang sampai di Sabana 1 Gunung Merbabu ini, termasuk gua. Gua nunggu sampai jam 3, kelompok 2-4 belum ada yang sampai juga. Khawatir ada apa-apa di jalan. Gua memutuskan untuk turun dan mengecek keadaan mereka. Mereka ini pasti kelaparan, soalnya cuma bawa bekal nasi tapi lauknya ada di gua.

Misi pencarian pun dimulai (tssah), kelompok 2 gua temuin ada di bawah Sabana 1 tapi mereka harus naik lagi dengan trek yang curam untuk sampai. Ngelihat muka-muka dari kelompok 2 ini khususnya yang cewe-cewe, ada rasa iba, ada lucunya juga iya, tapi banyak lucunya sih, mukanya pada kelihatan loyo ditambah belepotan karena treknya becek mungkin.

Setelah memastikan mereka aman dan ngasih lauk untuk dimakan kalau sudah sampai tenda. Gua pun turun lagi. Singkatnya gua ketemu kelompok 3 di trek yang curam ditambah licin, lebih licin dari waktu gua naik. Dan betul, ada 1 cewe yang udah enggak kuat dan akhirnya carriernya gua bawa dan menggiring dia ke Sabana 1, udah kaya ayam aja nih orang gua giring-giring.

“Enggak ketemu Kang Oni?”
“Enggak, tadi udah nunggu hampir 1 jam di pos 2 enggak ketemu-ketemu” jawab si Tommy atau… si Fadli ya, gua lupa. Haha

Kelompok 1, 2 dan 3 sudah lengkap dan total 9 orang. Tapi, tenda baru 1 yang berdiri. Mau enggak mau yang laki ngalah kan ya. Biar cewe-cewe di dalam tenda.

19.00

Udah malem… Ikan bobo… Lha, cahaya matahari udah enggak ada dan tenda masih 1 yang berdiri. Kaki udah goyang-goyang, gigi udah saling beradu, tangan mulai mati rasa, mungkinkah ini jatuh cinta? Bukan, ini kedinginan coy! Dari sore sampai malam, ini para lelaki enggak ada yang di dalam tenda dan 2 tenda lagi ada di kelompok 4 yang sampai saat itu belum sampai.

Gua yang pikirannya santai karena gua tau di kelompok 4 ada Kang Oni yang selalu dan terlalu santai kalau mendaki, seketika langsung khawatir. Ini udah jam berapa?. Tanpa ngomong sama rombongan yang sudah di Sabana 1, gua malem-malem pergi ke tepian Sabana 1 dan ngelihat masih ada beberapa cahaya headlamp yang masih jauuuuuh.

“KANG ONI!!!! SUGENG!!!! IQBALL!!!!”
“@#$%^&*()….” Ada suara-suara enggak jelas yang berusaha jawab gua.
“KANG ONI….!!!” Gua teriak makin keras

Tapi….

Bersambung

Terima kasih sudah membaca artikel "Gunung Merbabu 3142 Mdpl via Selo : Memandang Sabana Yang Luas". Jika artikel ini bermanfaat jangan lupa di share ya :). Baca juga artikel terkait "Gunung Merbabu 3142 Mdpl via Selo : Memandang Sabana Yang Luas".

Maaf ya, Menghindari modus spam dan sejenisnya, komen saya moderasi. Terimakasih ^_^

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*