Gunung Papandayan Untuk Memulai Pendakian


Banyak orang memilih Gunung Papandayan untuk Memulai Pendakian. Alasan mendaki Gunung Papandayan untuk setiap orang berbeda-beda, salah satunya yang sering adalah untuk mereka yang ingin memulai kegiatan mendaki gunung. Kegiatan mendaki gunung sudah menjadi trend belakangan ini. Banyak alasan kenapa orang mendaki gunung. Gunung menjanjikan panorama alam yang sangaat indah. Negeri di atas awan (katanya).

DSC_0191-1_8a309eadab78df07c2e35956d3f5d3f6

Bisa kita lihat, di timeline Facebook, Twitter, Path, Instagram dan sosial media lainnya. Dengan mudah kita akan menemui postingan dengan berbagai pose dari kegiatan mendaki gunung ini. Baik di puncak gunung, di jalur pendakian, dan juga di camp-camp saat beristirahat. Indah sekali. Selain itu untuk aku pribadi ketika di puncak aku mendapatkan ketenangan diri. Serasa lebih dekat dengan Sang Pencipta.

Salah satunya Gunung Papandayan. Untuk pendaki pemula Gunung Papandayan memiliki alasan tersendiri untuk menjadi salah satu tujuan kegiatan pendakian. Gunung Papandayan terletak di Garut, Jawa Barat. Tepatnya di kecamatan Cisurupan. Gunung dengan tinggi 2662 mdpl ini memang sangat cocok untuk kalian yang ingin mencoba memulai kegiatan pendakian gunung. Bukan tanpa alasan, jalur pendakian Gunung Papandayan ini banyak trek landainya. Hanya sesekali kalian akan menemukan trek-trek terjal.

Sebelum kita memasuki area jalur pendakian Gunung Papandayan. Kita harus mendaftarkan diri terbelih dahulu di pos penjagaan. Kalau tidak salah kemarin hanya Rp. 12.500. Nah, setelah itu kita akan memasuki area dimana semua pendaki berkumpul, berkemas menyiapkan diri sebelum melakukan pendakian Gunung Papandayan. Setelah semuanya siap, pendakian pun bisa dimulai. Disini aku akan berbagi alasan kenapa Gunung Papandayan ini cocok untuk pemula.

Banyak Trek Landai

 

Tidak seperti gunung-gunung lain yang sudah aku daki. Jalur pendakian Gunung Papandayan ini memiliki banyak trek landai yang memudahkan kita untuk mencapai puncak gunung. Dari awal mulai pendakian sampai dengan Pondok Salada (Tempat camp terakhir) dengan jarak tempuh 3 jam. Aku menghitung hanya ada 3 atau 4 kali trek terjal dan itupun tidak panjang. Tentunya ini tidak akan membuat kaget kalian yang belum terbiasa berjalan lama dengan menggendong cariel yang berat.

Panorama Alam Yang Indah

Picture 102

 

Dalam proses pendakian, saat awal kita sudah disajikan dengan pemandangan kawah belerang yang cukup luas. Kawah Papandayan. Ini menjadi salah satu daya tarik tersendiri, karena biasanya kita menemukan kawah belerang di puncak gunung. Tapi, disini kita bisa melewatinya saat awal pendakian. Tidak hanya itu, sepanjang jalur pendakian kita disajikan oleh pemandangan bukit-bukit yang berada disekitar kawasan Gunung Papandayan. Ketika kita sudah sampai di Pondok Salada, kita bisa melanjutkan perjalanan sedikit untuk menikmati hamparan luas bunga edelweis di Tegal Alun. Ciri khas lainnya adalah hutan mati yang berada disana. Dimana ini adalah salah satu spot foto yang paling diincar di gunung ini.

Bisa Naik Motor

Unik sekali. Ketika aku mendaki, sesekali aku harus berbagi jalur dengan pengendara motor yang ikut mendaki gunung, looh? Jangan heran, sudah aku katakan di awal kalau jalur pendakian gunung ini banyak landainya. Wajar saja kalau warga desa sana yang sudah terbiasa dengan ‘medan tempur’ jalur pendakian Gunung Papandayan bisa menggunakan motor. Setidaknya sampai Pondok Salada. Mungkin kalau kalian lelah dan malas mendaki bisa coba menumpang naik motor sampai atas. Tapi, nanti kalau kalian lelah mendaki terus dibalap dengan motor. Jangan sakit hati ya, hehehe…

Tidak Perlu Takut Kotor

Nah, ini. Ini yang membuat saya terkagum-kagum. Ketika kalian lelah mendaki, dengan bercucuran keringat ditambah debu-debu. Kalian tidak perlu takut kotor, karena di pos terakhir ada yang menyediakan jasa toilet umum. Wah…wah… Menakjubkan bukan? Jadi kalau kalian yang tidak berani kotor (padahal kotor itu baik) jangan khawatir. Cukup 2 ribu kalian bisa menikmati air dingin khas pegunungan. Brrr…… Dan juga masalah perut mulas tidak perlu ke semak belukar.

Malas Masak? Beli saja!

Sesampainya aku di pos terakhir yaitu Pondok Salada. Aku mengerutkan dahi “Yaampun, ini mending gak bawa logistik banyak-banyak deh!” gumam ku dalam hati. Jelas saja, aku biasa membawa pasokan logistic yang sekiranya mencukupi untuk perjalanan pendakian selama 2 hari. Tapi, di sini kalian akan menemukan warung-warung yang menjajahkan makanan. Dari gorengan sampai nasi goreng pun ada. Haha… Ini gunung memang luar biasa. Mungkin kalian bertanya bagaimana bisa warung-warung dan toilet ini berdiri. Itulah tadi, warga desa yang mendaki menggunakan motor, mereka lah pemilik semua itu. Jadi, kalau kalian malas memasak persediaan logistic yang kalian bawa dan kalian sedia uang ekstra. Kalian bisa beli cilok dan secangkir teh hangat di atas sana. Haha…

Bagaimana? Menarik bukan? Untuk kalian yang di pulau Jawa khususnya di Jawa Barat. Kalian tertarik untuk memulai mendaki gunung. Gunung Papandayan adalah tempat yang cocok untuk ‘meracuni’ kalian dalam kegiatan pendakian gunung ini. Apalah asiknya hanya membaca cerita, yuk keluar dan mendaki bersama.

Yaah, dibalik kemudahan dan kenyamanan ketika mendaki Gunung Papandayan ini. Tetap saja gunung adalah gunung. Butuh kesiapan fisik dan perencanaan matang, karena alam memiliki kekuatan tersendiri yang tidak bisa diduga oleh manusia. Apalagi kalau musim kemarau seperti ini, suhu dimalam hari disana bisa mecapai -3 derajat celcius. Cukup ekstrim untuk kita yang terbiasa dengan udara tropis. Tetap safety first. Bawa turun sampahmu, jangan di bakar. Jangan bunuh apapun. Jangan bawa apapun dari puncak, yaa!!! Enjoy mountain climbing! Feel the nature! – Arstory.net

Note : Perjalanan ke Gunung Papandayan ini saya lakukan 1 minggu sebelum terjadinya kebakaran hebat yang membakar lebih dari 100 ha lahan di Gunung Papandayan.

Terima kasih sudah membaca artikel "Gunung Papandayan Untuk Memulai Pendakian". Jika artikel ini bermanfaat jangan lupa di share ya :). Baca juga artikel terkait "Gunung Papandayan Untuk Memulai Pendakian".

Maaf ya, Menghindari modus spam dan sejenisnya, komen saya moderasi. Terimakasih ^_^

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*