Sebelum Membuat Api Unggun di Gunung

Cara membuat api unggun

Api unggun sudah sangat erat dengan kegiatan pendakian gunung. Seperti dua sisi mata uang, menyalakan api unggun dalam kegiatan mendaki gunung tidak bisa dipisahkan. Tapi, banyak yang mengabaikan hal yang harus diperhatikan dalam membuat api unggun di gunung. Untuk membuat api unggun di gunung, perhatikan hal ini.

Cara membuat api unggun

Tapi sebelumnya, seberapa pentingkah menyalakan api unggun dalam mendaki gunung? Kesalahan dalam menyalakan dan memadamkan api unggun akan berakibat sangat fatal terhadap gunung tersebut. Sebelum mendaki, tentunya kita sudah mengetaui kalau di gunung itu dingin. Kita bisa mengantisipasinya dengan melakukan persiapan yang matang.

Cara Membuat Api Unggun di Gunung

1. Pilih lokasi

Carilah lokasi yang kering, luas dan jauh dari pepohonan kering yang mudah terbakar. Tujuannya tidak lain adalah agar bara api tidak mudah tersebar yang bisa menylut terjadinya kebakaran. Cari juga lokasi yang memudahkan untuk mencari bahan bakar. Jika lahan sekitar lembab atau basah, buatlah alas batu atau kayu.

2. Buatlah cicin api

Cincin api ini berfungsi untuk menjaga api tetap berada di lokasi yang telah dibuat. Membuat cincin api bisa menggunakan batu atau pasir dan galian tanah yang dibuat melingkar disekeliling api. Selain itu, bersihkan area api unggun dari daun-daunan kering dan ranting-ranting pohon radius minimal 2 meter dari api. Hal ini dimaksudkan agar meminimalisir api menyambar ke daun dan ranting yang kering tersebut.

3. Ambil batang dan ranting yang sudah jatuh

Ini yang harus digaris bawahi, di bold dan dicetak miring. Banyak dari kita yang membuat api unggun dan malas mencari bahan bakar mencari jalan pintas, yaitu memangkas batang dan ranting dari pohon. Padahal hal ini sangat dilarang, karena kegiatan yang identik dengan pecinta alam ini malah digunakan untuk merusak alam hanya untuk kepentingan sendiri. Menghangatkan diri.

4. Lihat kondisi cuaca

Saat musim kemarau seperti saat ini, banyak ranting dan daun-daun pohon kering yang sangat mudah tersulut api. Dan juga, angin berhembus lebih kencang yang menyebabkan kemungkinan bara api yang kita buat terbang dan bisa menyulut api. Ini adalah pertimbangan penting, lebih baik tidak menyalakan api unggun. Dingin? Kita bisa menghangatkan badan dengan cara lain, membuat minuman hangat, masuk tenda dan menghangatkan diri didalam kantung tidur.

5. Jangan membakar sampah

Nah, ini. Hal ini yang sangat amat banyak diabaikan oleh pendaki. Selagi ada api, kenapa gak bakar sampah aja? Segala bentuk sampah itu seharusnya dibawa turun kembali. Apalagi sampah plastik. Selain menimbulkan polusi udara, sampah plastik yang dibakar juga susah diurai oleh alam. Butuh waktu yang sangat lama bagi alam untuk mengurai sampah plastik, selain itu sampah plastik yang dibakar juga bisa mencemari tanah.

6. Padamkan secara sempurna

Jangan terkecoh, api unggun yang dinyalakan dimalam hari akan terkesan padam saat pagi hari. Lebih baik lagi kita memastikan bahwa benar-benar tidak ada lagi bara api yang menyala. Siram dengan air atau kita bisa gunakan pasir disekitar untuk menutup sedikit bagian diatas api lalu sedikit diinjak agar bara api mati. Jika tidak kita padamkan secara sempurna, bara api yang ditinggalkan bisa terbawa oleh angin dan menyulut api yang bisa menyebabkan kebakaran. Lebih baik lagi, bekas sisa pembakaran yang sudah mati total di bawa turun kembali.

Seberapa pentingkah api unggun dalam kegiatan mendaki? Api unggun sebenarnya diperuntukkan ketika kita dalam keadaan survival. Memberi sinyal, mengindari dari binatang buas, mengatasi hawa dingin dan pertolongan untuk hipotermia.

Keindahan Gunung Papandayan saat ini mungkin tidak bisa kita nimkati lagi seperti beberapa waktu lalu. Karena kasus kebakaran Gunung Papandayan yang terjadi di akhir Juli kemarin yang menghanguskan ratusan hektar lahan termasuk ladang edelweis diduga akibat api unggun. Terlepas itu sebagai dugaan, hal ini menjadi bahan pertimbangan untuk para pendaki yang ‘senang’ membuat api unggun. Lebih bijaklah bertindak ketika di alam. Apalagi untuk kalian yang me-label-kan diri sebagai Pecinta Alam. – Arstory.net

Terima kasih sudah membaca artikel "Sebelum Membuat Api Unggun di Gunung". Jika artikel ini bermanfaat jangan lupa di share ya :). Baca juga artikel terkait "Sebelum Membuat Api Unggun di Gunung".

Maaf ya, Menghindari modus spam dan sejenisnya, komen saya moderasi. Terimakasih ^_^

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*