One Day Trip Ke Curug Cibareubeuy & Curug Pandawa

One day trip ke Curug Cibareubeuy dan Curug Pandawa

One day trip ke Curug Cibareubeuy dan Curug Pandawa

“Lil, kayanya gua gak jadi ikut deh. Lo kalo mau pake motor gua, bawa aja”
“Yaah….”
“Gua belom tidur nih, ntar gua tidur di motor lagi”
“Kan gua yang bawa”

Modus. Hahaha. Enggak cuma cewe, cowo juga bisa di modusin xD . Itu tadi kutipan chatting saya dengan Jalil waktu mau berangkat ke Curug Cibareubeuy. Jadi gimana caranya saya bisa naik motor di bonceng dari Karawang ke Subang tanpa perlu minta dibonceng. Communication is art. [alert-note]Note: Saya masih normal ya![/alert-note]

Kembali ke topik.

Ini one day trip ke dua saya setelah seminggu yang lalu saya pergi ke Curug Bentang dan beberapa tempat wisata lainnya di Subang. Kalau minggu sebelumnya saya cuma beranggat berdua sekarang berlima dengan tambahan 3 personil gabungan, 2 cewe dan 1 cowo dan semuanya belum saya kenal. Pagi itu, kamis 20 oktober 2016 kami berlima janjian bertemu di dekat pasar Kosambi, Karawang. Kami akan touring menggunakan motor ke Curug Cibareubeuy.

Janjiannya sih jam 6 sudah berangkat, biasa lah, lagu lama, jam karet berlaku. Ada yang masih mandi, ada yang masih dandan, untungnya enggak ada yang lagi melupakan mantan (pasti lama banget). Karena menunggu itu hal yang membosankan, saya skip aja ceritanya. Singkatnya, setelah semua ngumpul, sarapan dan kenalan, kami berangkat ke Curug Cibareubeuy.

Perjalanan ke Curug Cibareubeuy

one day trip ke Curug cibareubeuy dan Curug Pandawa

Saya yang memang niatnya minta di gonceng naik motor kurang menikmati perjalanan. Faktor memang belum tidur dari semalam membuat pundak pegel dan badan seperti remuk ketika dibawa perjalanan jauh. At least, saya masih bisa menikmati perjalan ke Curug Cibareubeuy karena pemandangan jalan dari Karawang ke Subang lewat…. lewat mana ya, lewat Purwakarta tapi enggak tau sebelah mananya.

Bukit-bukit dan udara sejuk membuat saya yang tadinya ngantuk jadi segar kembali, yang awalnya memang niat tidur di atas motor enggak jadi.

Kalau kalian nanya dimana lokasi Curug Cibareubeuy sangat gampang, kok. Kalian bisa lihat disini, patokannya juga cukup mudah. Kamu harus menuju Subang, ke arah pemandian air panas Sari Ater kalau sudah sampai, sebelum pintu masuk Sari Ater ada jalan ke kanan yang akan membawa kita ke perkampungan. Enggak tau Sari Ater? Sama, saya juga tadinya enggak tau xD kalian bisa memanfaatkan tekonologi Google Maps untuk menuju Sari Ater dan kalau ragu rute ke Curug Cibareubeuy kalian bisa bertanya ke warga sekitar.

Setelah 2,5 jam perjalanan, akhirnya kami sampai… Sampai parkiran motor yang disediakan bagi para wisatawan yang ingin ke Curug Cibareubeuy dan Curug Pandawa. Kedua curug ini memang lokasinya berdekatan dan satu arah. Biaya parkir per motor Rp 5.000 dan tiket masuk per orang Rp 5.000

“Pak, ini nanti di atas dimintain tiket lagi gak?”
“Enggak” tanya Jalil ke tukang parkir yang merangkap jadi penjual tiket masuk juga.

“Emang perjalanan berapa lama, Lil?”
“Sekitar 1,5 jam, lah”
“Oke” Tanya saya ke Jalil.

Saya disitu tetap berusaha tampil tegar dan kuat, padahal dalam hati ‘duh, lama ya, mata sepet nih’. Oiya, kami berlima yang melakukan one day trip ke Curug Cibareubeuy dan Curug Pandawa adalah; Saya, Jalil, Indra, Avri dan Shanti.

curug cibareubeuy dan curug pandawa
kiri – kanan : Jalil, Saya, Avri, Shanti, Indra

Selayang pandang. Jalil, jomblo akut 7 tahun yang punya ciri khas kalo nyebut huruf ‘S’. Indar, cowo perawakan agak tambun yang cukup pendiam, diam-diam (maaf) boker. Avri, cewe yang asik diajak ngobrol dan pembawaannya setrong. Shanti, punya gingsul gigi yang membuat kesan manis, hati-hati yang manis-manis bikin diabetes. xD

Oke, perjalanan dimulai. Untungnya, trek yang kami lalui itu landai-landai santai, enggak ada nanjak-nanjak kaya ke Curug Bentang. Kalau kalian pernah ke Curug Lalay ini treknya sama persis deh, ngelewatin petak-petak sawah dengan pemandangan kanan-kiri hamparan sawah dan hutan yang lebat. 30 menit perjalanan, kami sudah bisa melihat Curug Cibarebeuy dari kejauhan yang tertutupi rimbunnya pohon. Padahal, kami masih ada di tengah-tengah persawahan warga.

curug cibareubeuy dan curug pandawa

Ketika menuju Curug Cibarebeuy, setelah melewati area persawahan, kami memasuki area hutan. Ternyata… area hutan sekitar objek wisata Curug Cibareubeuy dan Curug Pandawa ini sudah di kelola cukup bagus, loh. Kalau saya tidak salah ingat, ada 3 tempat yang bisa dijadikan lokasi wisata selain Curug Cibareubeuy dan Curug Pandawa, yaitu : Jabon camping area, Kampung Senyum dan Menara.

Setelah perjalanan panjang panas-panasan melewati persawahan, kami akhirnya sampai… ke Jabon Camping Area.

Jabon camping area

“Eh, ini Kampung Senyum itu ya?” Avri nanya.
“Bukan deh, kayanya… tuh” saya jawab sambil menunjuk plang tanda Jabon Camping Area.

Karena suasananya sepi, kami pun cuma numpang lewat aja di Jabon Camping Area. Bahkan enggak sempat foto rame-rame disana. Enggak jauh setelah kami melewati Jabon Camping Area, kami sampai di tempat yang namanya Kampung Senyum.

Kampung senyum

Asli, ini keren banget. Di tengah hutan, sekitar 1,5 perjalanan kaki ada tempat yang cukup terkelola dengan baik, rapih dan bersih. Ada sebuah mitos yang dibuat-buat kalau mau masuk ke Kampung Senyum ini.

Kampung senyum

Tertulis: “Mohon maaf, yang masuk lokasi kami ini harus mukul pentungan satu orang 5x, supaya menjadi orang sukses dan dimudahkan mencari rezeki untuk semua doa – dari abah rosid”

Selain rapih dan bersih, hal yang unik dari Kampung Senyum ini adalah tulisan-tulisan yang ditempel di berbagai sudut saung-saung yang ada disana. Unik, asik, cocok buat kamu yang mau melupakan masa lalu disini.

Curug Cibareubeuy

Akhirnya, setelah puas lihat-lihat di Kampung Senyum. Jalan sedikit dan kami pun sampai di Curug Cibareubeuy. Gue, eeh.. Saya yang melihat tingginya curug ini langsung melepaskan penat dengan sedikit teriak kata “WOW!!!”.

“Kang, tiketnya!” Panggil bapak-bapak dari jauh.
“10 ribu per orang” katanya
“Loh, di bawah tadi udah bayar lima ribu katanya udah bisa masuk?” jawab saya heran.
“Iya, itukan untuk ke Curug Pandawa. Kalau ini Curug Cibareubeuy udah masuk di Bandung Barat jadi beda lagi” jelas bapak itu.

Curug cibareubeuy

Jadi, lokasi Curug Cibareubeuy itu bukan di Subang, tapi sudah masuk di Bandung Barat. Gila ya, hitungannya kami sudah jalan kaki dari Subang ke Bandung. Emejing!

Saya, Jalil dan Indra langsung menuju ke Curug dan 2 orang princess masih ada di belakang. Udah tau mau main ke curug, tapi enggak bawa baju ganti. Haha. Asli, godaan dari Curug Cibareubeuy ini enggak bisa ditolak untuk mandi air. Karena tingginya yang kalau saya kira-kira lebih dari 50-an meter ini membuat hempasan air terasa dari kejauhan.

Mandi air, photo-photo, selfie-selfie, terus kedinginan. Cuaca yang tadinya cerah mulai mendung, akhirnya kami putuskan untuk menyudahi edisi main air di Curug Cibareubeuy. Selain itu juga karena sudah siang plus ngeluarin energi banyak buat jalan jauh, perut sudah mengadakan konser keroncongan.

Hujan turun kenangan datang  dan kami harus kembali ke Kampung Senyum, lumayan saung gratis, soalnya weekday sih. Sambil nunggu hujan reda, kami makan, sholat dan ganti baju. Di dalam saung, ngobrol asik, ditemani hujan yang imut-imut, sungai di sebelahnya, suara gemuruh air terjun, dikelilingi pohon-pohon lebat, di tengah hutan, sepi… karena cuma kami berlima yang ada disana. Beuh… Bagi saya sih ini syurga banget, betah lama-lama.

Menara di curug cibareubeuy

Sebelum pulang, kami mampir ke tempat yang disebut Menara Curug Cibareubeuy. Tertulis, tiket masuk Rp 10.000, lagi-lagi karena itu weekday, jadinya gratis! Pemandangan Curug Cibareubeuy dari Menara cukup bagus. Alhasil, kami photo-photo cantik disana. Banyak gaya photo yang dilakukan, bebek nunggin, goyang itik, ngebor, eeh…

Setelah puas photo-photo, kami lanjutkan perjalanan pulang dengan mampir sebentar ke Curug Pandawa. Curug Pandawa letaknya bersebrangan dengan Curug Cibareubeuy. Curugnya tidak tinggi tapi bertingkat, lokasi sekitar Curug Pandawa juga seperti Kampung Senyum, tapi enggak tau deh ini kampung apa, kampung jomblo – mungkin.

Edisi nyasar. Setelah dari Curug Pandawa kami lanjutkan perjalanan ke area parkir dan sedikit melakukan eksperimen jalur. Maksud hati biar bisa sampai ke parkiran motor lewat jalur yang satunya, tapi malah nyasar ke hutan rimba. Haha. Dalam hati saya sudah tau kalau ini sih nyasar, tapi santai aja saya bilang “Kalau nyasar ya tinggal balik lagi”.

Curug cibareubeuy dan curug pandawa

Karena nyasarnya semakin jauh, akhirnya saya inisiatif buka jalan agar bisa masuk ke jalur normal lagi. Walaupun sedikit harus berjuang, kami bisa masuk lagi ke jalur yang kami lewati ketika berangkat. Enggak balik arah sih, tapi motong jalan lewatin pohon yang rapet, rumput yang tinggi dan kebun warga yang sudah enggak keurus lagi.

Finally, kami sampai di area parkir sore hari. Enggak nyesel deh one day trip ke Curug Cibareubeuy dan Curug Pandawa walau yang lebih berkesan itu ke Curug Cibareubeuy nya. Alhamdulillah, perjalanan berangkat dan pulang kami lancar-lancar saja.

Nah, sekian dulu cerita saya tentang one day trip ke Curug Cibareubeuy dan Curug Pandawa. Kalau one day trip begini enggak perlu share cost atau open trip segala, semua biaya bisa dibayar masing-masing tanpa perlu dikoordinasi, yang penting tujuannya sama.

Arstory

Terima kasih sudah membaca artikel "One Day Trip Ke Curug Cibareubeuy & Curug Pandawa". Jika artikel ini bermanfaat jangan lupa di share ya :). Baca juga artikel terkait "One Day Trip Ke Curug Cibareubeuy & Curug Pandawa".

Maaf ya, Menghindari modus spam dan sejenisnya, komen saya moderasi. Terimakasih ^_^

10 Comments

  1. Hahaha…Ari jangan buka Aib gw…Jomblo 7 taun,yang penting gw happy loh…
    Keren Ri,tulisan’y. Biasa comment gw mah “gak ngebosenin,kaya liat si Shanty…eehh” hehehe

  2. Gulingan eh Gilingan.. keren banget sih Ri. kalo kata anak2 kelas mah “mau dong jadi kyk Ari”.. hahahaha ..

    Ajak2 Kelles, maen sendirian Bae’!

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*