Nyamannya Penginapan Warung Mbo Ndut di Dieng

Warung Makan Lesehan Mbo Ndut, Dieng

Menyambung cerita perjalanan aku di Dieng. Kali ini, sampai penginapan yang aku tempati untuk tidur pun aku ceritakan (kurang kerjaan kali ya). Kalau di Dieng, masalah penginapan itu tergantung selera dan yang pasti, Uang. Banyak pilihan tempat penginapan di Dieng, dari yang kelas Eksekutif – kelas ekonomi, hehe.

Kebetulan, kemarin kami menginap di salah satu tempat penginapan yang enggak jauh dari jalur pendakian Gunung Prau via Patak Banteng. Namanya adalah Warung Mbo Ndut, dari namanya sebenarnya ini adalah sebuah warung makan, tapi ada caption tambahan, yaitu “Warung Makan Lesehan & Tempat Istirahat”.

Entah kenapa, saat kami naik minibus yang menuju Dieng dari terminal Wonosobo kami diturunkan tepat di depan warung Mbo Ndut ini. Hmm, aku rasa ada konspirasi diantara mereka, BONGKAR! Ehh.. Salah fokus.

Nyamannya Penginapan Warung Mbo Ndut di Dieng

Sampai disana, kami disambut hangat oleh si empunya warung, yaitu Mbo Ndut itu sendiri. Kenapa kok namanya Mbo Ndut? Jangan tanya, aku juga gak tau bro-sis.

Berhubung kami sampai disana siang, ditambah udara dingin yang menguras tenaga, pluus terhidang makanan yang ada di dalam warung. Aku gak make pikir panjang langsung ambil piring, ambil nasi, ambil lauk, makan. Enaknya, warung Mbo Ndut makai sistem prasmanan, jadi kita bisa ambil nasi dan lauk sesukanya. Asalkan jujur ya pas hitung-hitungan harga, hehe. Jangan bohong kalau makan telur tapi ngomongnya ambil ayam. Nanti si Mbo Ndut nya rugi. atau kebalik.

Penginapan di Dieng

Nyamannya Penginapan Warung Mbo Ndut di Dieng

 

Penginapan Mbo Ndut terbilang sederhana, lesehan. Cuma lantai beralaskan karpet, tapi cukup nyaman karena bersih dan rapih. Selain itu, keramahan si empunya rumah juga menjadi faktor lebih yang membuat kami nyaman disini.

Walaupun cerita ngenes pendakian Gunung Prau yang kami akhiri dengan turun melalui jalur Dieng, kami rela looh naik minibus lagi untuk ke Patak Banteng demi menginap di Warung Mbo Ndut ini. Padahal saat kami turun dan sudah sampai di Dieng, banyak berjajar penginapan-penginapan yang tersedia di Dieng. Note ya, jarak Dieng – Patak Banteng itu jauuh, kalau jalan kaki. Kalau naik minibus cuma sekitar 5 menit.

Harga-harga makanan disini relatif murah, enggak kaya tempat-tempat makan di tempat wisata lainnya yang bisa buat nafsu makan hilang. Aku enggak tau kalau penginapan-penginapan lainnya gimana, belum nyoba.

Waktu menginap disini, ini penginapan serasa rumah sendiri, karena cuma rombongan kami yang menginap disini. Dan, yang lebih enaknya, walau kami enggak meminta, si Mbo Ndut menyediakan kami satu termos berisikan air panas, seperangkat alat shalat (dibayar tunai), teh, gula dan kopi. Wah, nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan? Duh ileeh, lebai ah.

Sebenarnya penginapan Mbo Ndut ini ada 2, satu yang di pinggir jalan(yang kami tempati), satu lagi agak jalan ke dalam gang. Di penginapa yang ke-2, kita bisa menikmati fasilitas mandi air hangat, cukup 5 ribu, kita bisa menikmati mandi air hangat sepuasnya. Aku dan seorang teman sempat menikmati fasilitas ini, mengingat dataran tinggi Dieng suhunya benar-benar dingin, aku gak berani nyentuh air, udah macam kucing lah. Takut air.

Baiknya lagi, selepas mandi, aku dibuatkan secangkir teh hangat dan di dalam rumah itu ada sebuah tungku penghangat. Sembari nunggu temen mandi, seruput dulu tehnya. Eeh, aku langsung mikir, bayarnya nambah gak ya? Ternyata enggak.

Karena dari kemarin sampai aku mau menginap, ini Mbo Ndut baik banget, jangan-jangan ada sesuatu. Iseng aku nanya ke Mbo Ndut, “Mbo, kalau orang-orang nginep disini, biasanya bayar berapa?” tanyaku to the point. Dengan santai si mbo jawab, “Enggak matok harga”. Huaaa…. asik banget, hehe. Untuk pendaki-pendaki ber budget mini seperti aku, ini sangat membantu menyesuaikan kantong yang bolong.

Karena jawaban si Mbo Ndut seperti itu, akhirnya aku dan rombongan membuat kesepakatan untuk menarik patungan uang untuk membayar penginapan. Akhirnya deal sebuah nominal yang akan ditarik untuk masing-masing orang, enggak akan aku kasih tau berapa, karena kalian akan mem-bully aku, hehe.

Malam berlalu semakin larut, lihat jam di tangan masih pukul 20.30. Tapi, suasana di Patak Banteng sudah sangat sepi. Udara dingin mulai menyelimuti. Gila nya, kami malah asik bermain kartu remi. Taruhannya, siapa yang kalah dia buka baju. Pfft… Buka baju di udara sedingin ini, buka jaket aja ogah, ini buka baju.

Apa boleh buat, demi menghidupkan suasana malam yang sepi, aku ikut bermain. Sampai pukul sekitar jam 12 malam, kami menyudahi permainan keji ini.

Nyamannya Penginapan Warung Mbo Ndut di Dieng

Pagi…

Warung Mbo Ndut menjadi tempat penginapan di Dieng yang aku rekomendasikan buat kalian yang ingin pergi ke Dieng. Khususnya yang ingin mendaki melalui jalur Patak Banteng. Di akhir pekan, penginapan ini pasti ramai oleh pendaki-pendaki. Selain murah meriah, perlakuan Mbo Ndut dengan tamu cukup ramah. Bahkan, kami sempat ngobrol dengan satu anaknya, dia bisa dibilang tour guide di Dieng. Dia hapal tempat-tempat wisata di Dieng itu apa saja.

Sebelum kami beranjak pergi, ternyata si Mbo Ndut memberi kabar, kalau minibus yang kami tumpangi kemarin ingin ke stasiun Purwokerto (Naah, betul kan, ada konspirasi diantara mereka). Kami ditanya, mau ikut menumpang sekalian atau tidak. Kami meng-iya-kan tawaran itu. Tapi, negosiasi harga yang sengit terjadi. Akhirnya deal lah suatu harga yang sangat membantu. Dari pada harus naik mobil secara ‘ngeteng’.

Warung Mbo Ndut, Penginapan Murah di Dieng

 

Hmm, sekian dulu deh cerita aku tentang Penginapan di Dieng. Kalau aku ke Dieng lagi, aku gak mau repot-repot nyari penginapan. Langsung aja ke warung Mbo Ndut ini, selain udah tahu gimana pelayanannya, aku juga merasa nyaman. Kalian bisa menghubungi Mbo Ndut melalui nomer yang akan saya tulis di bawah artikel ini.

Penginapan di Dieng, Warung Mbo Ndut :0823-2204-5443

Terima kasih sudah membaca artikel "Nyamannya Penginapan Warung Mbo Ndut di Dieng". Jika artikel ini bermanfaat jangan lupa di share ya :). Baca juga artikel terkait "Nyamannya Penginapan Warung Mbo Ndut di Dieng".

Maaf ya, Menghindari modus spam dan sejenisnya, komen saya moderasi. Terimakasih ^_^

4 Comments

  1. Serunyaa….ntar Des mo nyobain kesini jg… Btw, bus yg dari Purwokerto ke Wonosobo dan Wonosobo – Dieng ada sampai jm berapa ya? Kereta yg dari Sby nyampe Purwokerto baru lepas maghrib.

    • Lumayan loh serunya, setau saya itu bus ada sampai malam juga, soalnya mengangkut penumpang bukan yg wisata saja, ada yg ngabgkut pedagang sayurnya juga… Lumayan loh, sekalian naik bis bialsa buat beli bekal logistik, hihi

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*