Perhatikan Persiapan Sebelum Mendaki Gunung

persiapan pendakian gunung

Persiapan pendakian gunung yang harus diperhatikan selain fisik dan mental adalah kesiapan dari alat-alat yang akan kita bawa. Pendakian gunung bukanlah kegiatan sepele yang bisa kita lakukan tanpa persiapan yang matang. Walaupun kita tahu gunung yang akan kita daki tidak sulit sekalipun, kita harus memiliki persiapan yang matang.

Persiapan fisik seperti joging, squad, dan pushup perlu dilakukan untuk melatih ketahanan tubuh dan stamina kita. Selain itu mental perlu diperhatikan, karena kita tahu pendakian gunung bukanlah hal yang mudah dan membutuhkan kesabaran dan keteguhan niat untuk bisa mencapai puncak.

Selain fisik dan mental, persiapan alat juga perlu diperhatikan, serta pengetahuan dasar tentang pertolongan pertama. Disini, bukan maksud saya untuk menggurui, anggaplah kita sedang sharing tentang hal-hal yang harus diperhatikan sebelum mendaki gunung. Karena sekarang pendakian gunung sudah seperti trend masa kini. Banyak pendaki pemula yang memulai tanpa persiapan, cukup mendaki bermodalkan alat seadanya ataupun memaksakan fisik yang sedang tidak fit untuk mendaki. Dan juga tidak mengerti tentang pertolongan pertama terhadap hipotermia atau dehidrasi (kasus yang sering terjadi terhadap pendaki). Hal-hal seperti ini bisa menjadi salah satu faktor jatuhnya korban jiwa.

PERSIAPAN FISIK

Dalam pendakian gunung, kita akan melewati berbagai trek yang memaksa tubuh untuk bergerak maksimal, keluar dari batas normal tubuh. Banyak pendaki mengabaikan hal ini, persiapan fisik ini harus dilakukan. Apalagi untuk orang-orang yang rutinitas sehari-harinya tidak menggunakan fisik secara maksimal, cedera otot ataupun hal yang lebih parah lagi bisa membayang-bayangi. Tidak perlu repot untuk mempersiapkan fisik kita sebelum mendaki gunung, cukup untuk lari secara rutin untuk menjaga stamina kita ketika mendaki. Latihan squat, push-up, sit-up dan plank menurut saya ini perlu untuk melatih ketahanan fisik kita selama pendakian.

Setelah semua itu, istirahat yang cukup juga diperlukan agar pada saat pendakian fisik berada pada kondisi yang fit. Jika dalam proses pendakian walaupun belum sampai puncak tapi fisik sudah drop, lebih baik beristirahat dan turun kembali menuju pos terdekat, meminta pertolongan untuk kembali turun. Karena sesungguhnya tujuan mendaki adalah untuk kembali kerumah dengan sehat.

PERSIAPAN ALAT

Tas Carrier / Daypack

Pada prinsipnya sama seperti tas lainnya, yaitu untuk membawa perlengkapan. Tapi, tas jenis carrier memang di desain khusus untuk pendakian gunung atau kegiatan outdoor lainnya. Kapasitas carrier beragam ada yang dari 35 L (liter) sampai dengan 100 L, penggunaan carrier harus dilihat dari kapasitas pembawa, berapa lama pendakian dan barang yang akan dibawa. Tidak mungkin kalau kita memaksa seorang perempuan membawa carriel ukuran 100 L dengan packing penuh. Kasihan, hehe. Penggunaan daypack dalam sebuah tim pendakian memang perlu, bisa diperuntukkan untuk tempat logistic dalam perjalanan, karena tidak menyulitkan ketika kita memerlukan asupan makanan dalam proses pendakian. Nggak perlu bongkar-bongkar carrier.

Tenda

Tenda diperuntukkan untuk kita beristirahat setelah lelah dalam proses pendakian. Tenda berbahan dari parasut yang tahan dari hujan, pilih tenda tipe doom yang dilengkapi dengan lapisan luar dan ruangan inti di dalamnya. Kapasitas tenda beragam, tentunya semakin besar kapasitas muat tenda semakin berat tendanya. Jadi, diusahakan untuk meminimalisir beban. Jika kita mendaki hanya 3 orang, tidak perlulah membawa tenda dengan kapasitas 10 orang. Tapi, kalau adanya itu ya mau apalagi? Hehe…

Perlengkapan Tidur

Di puncak gunung udara sangatlah dingin, untuk kita yang terbiasa dengan udara tropis ini akan sangat menyiksa, apalagi sampai minus derajat celcius. Bawalah kantung tidur/sleeping bag, usahakan memilih kantung tidur yang berlapis luar parasut agar tidak tembus air dan dalamnya berlapis polar supaya lebih meminimalisir dingin ketika kita berada di dalamnya. Saat tidur juga kita bisa menggunakan kupluk dikepala dan slayer/buff untuk melindungi leher kita dari udara dingin yang masuk. Kaos kaki juga perlu digunakan untuk meminimalisir hawa dingin, usahakan bawa lebih.

Gunakan juga matras. Matras digunakan untuk melapisi bagian dalam tenda utama. Tujuannya sebagai alas tidur di bawah sleeping bag. Selain meminimalisir dinginnya lantai tenda, matras juga berfungsi melindungi tubuh kita dari kontur tanah yang tidak rata.

Perlengkapan Masak & Logistik

Bawalah perlengkapan masak yang praktis dan efisien. Seperti kompor outdoor, gas ‘hi-cook’ dan nesting. Selain mudah dibawa alat-alat ini juga mudah untuk digunakan. Selain itu, bawalah pasokan logistik yang memadai, disesuaikan dengan rencana berapa lama pendakian yang akan dilakukan. Bawalah pasokan logistik yang praktis tapi yang banyak menghasilkan energi tinggi, contoh : sarden, kornet, mie, gandum, susu, madu, gula merah, coklat, dsb. Jika memungkinkan, bisa juga memasak nasi dan lauk-pauk yang sudah disepakati sebelum pendakian untuk memenuhi kebutuhan kalori tubuh. Jangan lupa bawa juga perlengkapan makan, gelas dan piring plastik sudah cukup.

Pakaian

Gunakanlah pakaian yang menyerap keringat, mudah kering, ringan, dan tentunya nyaman di tubuh. Untuk celana jangan menggunakan celana berbahan levis, karena jika cuaca hujan celana akan menjadi berat serta susah untuk kering, dan juga bisa menimbulkan lecet pada bagian (maaf) selangkangan. Gunakanlah celana panjang yang berbahan mudah kering, menyerap keringat, ringan dan sedikit longgar. Jangan lupa bawalah topi, sarung tangan dan jaket (usahakan jaket berbahan parasut diluar dan berlapis polar di dalamnya). Serta bawalah headlamp atau senter untuk kemungkinan kita akan berjalan dimalam hari atau pada tempat-tempat yang gelap.

Sepatu

Sebaiknya menggunakan sepatu yang menutupi hingga area mata kaki, berbahan karet agar tidak mudah robek, ringan, dan memiliki daya cengkram terhadap tebing dan bebatuan, serta yang water-proof (anti air). Sepatu gunung lebih dianjurkan dari pada sandal gunung, karena sepatu lebih melindungi semua bagian kaki dari kemungkinan batu tajam atau duri-duri pohon.

P3K

Sangat penting untuk melakukan pertolongan pertama. Contoh isi P3K, yaitu : Kain kasa, kapas, verban, obat merah, alkohol 70%, obat maag, obat sakit kepala, obat sakit perut, obat keracunan, plester, oralit, tissu basah, dsb. Karena kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi dalam proses pendakian gunung, safety first, yaa!!!

Optional

Perlengkapan yang disesuaikan dengan tujuan pendakian. Contoh : tongsis, kamera, multifungsi tools, pisau lipat, jarum, benang nilon, kompas, dan apapun yang kalian anggap penting perlu dibawa dalam kegiatan mendaki gunung kalian.

Satu hal yang sangat penting, Trash Bag. Bawa turun kembali sampahmu, jangan tinggalkan apapun!

Gunung bukanlah tempat rekreasi yang aman, bukan tempat untuk bermanja-manja, mendaki gunung itu capek, gak mandi berhari-hari, kalau lapar masak dulu, gak bisa delivery ‘PH’ sampai ke puncak. Tapi, untuk orang yang cinta akan kegiatan pendakian gunung ini, hal seperti itu bukanlah halangan, bahkan disitulah salah satu letak keseruannya. Gunung menjanjikan panorama alam yang tidak akan kita dapati ketika kita tidak mendakinya.

“JANGAN TINGGALKAN APAPUN KECUALI JEJAK,

JANGAN AMBIL APAPUN KECUALI FOTO,

JANGAN BUNUH APAPUN KECUALI WAKTU”

Semoga artikel tentang persiapan pendakian gunung ini bermanfaat untuk kalian yang ingin mencoba sensasi mendaki gunung. Enjoy your mountain climbing! Feel the Nature! – Arstory.net

Terima kasih sudah membaca artikel "Perhatikan Persiapan Sebelum Mendaki Gunung". Jika artikel ini bermanfaat jangan lupa di share ya :). Baca juga artikel terkait "Perhatikan Persiapan Sebelum Mendaki Gunung".

Maaf ya, Menghindari modus spam dan sejenisnya, komen saya moderasi. Terimakasih ^_^

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*