Pilih Mana, Share cost atau Open Trip?

Open trip dan share cost

Open trip dan share cost

Bagi yang suka traveling, pasti enggak asing dengan dua istilah ini, share cost dan open trip. Di beranda sosial media saya, hampir setiap hari muncul tawaran open trip ataupun share cost. Maklum, traveling kan sudah jadi seperti gaya hidup anak muda sekarang, slogannya “My Trip My Adventure”. Tapi, sebenarnya apa itu share cost dan open trip? Boleh lah saya menyampaikan pemahaman saya tentang share cost dan open trip ini.

Apa itu share cost dan open trip?

Apa itu open trip dan share cost
Trip ke Gunung Merbabu – Share cost

Sebenarnya mendefinisikannya sungguh sederhana. Kedua metode ini biasa digunakan ketika kita traveling beramai-ramai. Ramai disini enggak sampai satu kampung ya. Kalau share cost, prinsip utamanya adalah membagi biaya-biaya perjalanan sama rata kepada seluruh peserta trip. Tidak seluruh biaya perjalanan dibagi rata, tapi beberapa poin yang sudah disepekati. Enggak mungkin dong biaya ke toilet dibagi rata juga.

Seperti saat saya ke Gunung Merbabu beberapa lalu. Biaya penginapan, transport, makan di basecamp, dan simaksi kami bagi rata (share cost). Jadi tidak semua, untuk biaya makan selama perjalanan, beli oleh-oleh, termasuk biaya menyewa pundak teman untuk menjadi sandaran tidak termasuk dalam share cost.

Biasanya ada seorang team leader (pemimpin rombongan) yang melakukan breakdown rincian seluruh pengeluaran lalu dibagi rata. Jadi tidak ada kebohongan dan saling ambil untung dalam sistem share cost ini. Susah seneng bareng-bareng, kita harus bisa menanamkan semangat itu kalau mau nge-trip dengan sistem share cost. Karena semua punya tanggung jawab yang sama. Kehadiran team leader cuma untuk memfasilitasi agar rincian biaya bisa terorganisir dengan baik.

Pengertian open trip dan share cost
Trip ke Gunung Guntur – share cost

Contoh seperti Komunitas Backpacker Karawang (BPK), mereka yang rajin nge-trip ini selalu menggunakan sistem share cost ketika mengadakan trip. Saya sendiri secara pribadi selalu menggunakan sistem share cost ketika jalan-jalan. Yang terpenting adalah, semangat gotong royong selama perjalanan.

Lain halnya dengan open trip. Jujur saya sendiri belum pernah mengikuti open trip. Tapi, sering melihat tawaran-tawaran open trip di sosial media membuat saya paham apa itu open trip. Kalau ada open trip, pasti ada orginizer di belakangnya yang mengadakan, baik itu komunitas, travel agent atau lainnya. Cukup bayar uang sekian, kita tinggal ‘ongkang-ongkang’ kaki dan menikmati perjalanan yang sudah dijadwalkan.

Open trip juga biasanya menggunakan sistem booking karena terbatasnya kuota peserta. Karena open trip menggunakan jasa orginizer, tentu biaya yang kita keluarkan tidak akan diperinci. Ada biaya jasa disitu yang harus kita bayar, itu sih hal yang wajar, karena kita pakai jasa orang lain untuk mempersiapkan perjalanan dan hal-hal di perjalanan.

Pilih Mana, Share Cost atau Open Trip?

Untuk saya pribadi lebih menyukai sistem share cost. Tapi, semua pilihan dikembalikan kepada para peserta trip. Hal yang harus dipertimbangkan adalah budget. Biasanya biaya untuk open trip lebih besar dari pada biaya share cost walaupun tujuan wisatanya sama.

Kalau kamu orangnya lebih suka tinggal terima hasil, enggak mau repot dan punya budget melimpah. Bisa pilih open trip, tinggal bayar dan menikmati trip yang sudah ditentukan. Tapi, kalau mau ada sensasi petualangan ala-ala backpacker yang mengatur trip sendiri, menekan biaya seminim mungkin kamu bisa pilih yang share cost.

Jadi, seperti apa gaya ranselmu? Baik share cost atau open trip semuanya baik. Setiap orang memiliki perspektifnya masing-masing akan dua sistem trip ini. Intinya, kalau mau nyaman dan enggak perlu mikir apa-apa, tinggal jalan dan nikmati perjalanan, ikut open trip. Kalau mau ikut susah mikir biar biaya bisa ditekan minim, ikut share cost. Dengan kita mengenal sistem trip ini, sekarang kita bisa mengetahui gaya ransel kita masing-masing.

Arstory

Terima kasih sudah membaca artikel "Pilih Mana, Share cost atau Open Trip?". Jika artikel ini bermanfaat jangan lupa di share ya :). Baca juga artikel terkait "Pilih Mana, Share cost atau Open Trip?".

Maaf ya, Menghindari modus spam dan sejenisnya, komen saya moderasi. Terimakasih ^_^

6 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*