Berkunjung ke Rumah Pengasingan Bung Karno & Bung Hatta di Rengasdengklok, Karawang

RUMAH PENGASINGAN BUNG KARNO DAN BUNG HATTA DI RENGASDENGKLOK

16 Agustus 1945 Bung Karno dan Bung Hatta diculik ke Rengasdengklok, Karawang. Kok diculik, kenapa? Karena mereka lupa bayar hutang, eeh, salah. Mereka diculik dan dibawa oleh sejumlah pemuda ke Rengasdengklok yang kemudian didesak untuk mempercepat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Peristiwa ini disebut dengan Persitiwa Rengasdengklok (baca sejarahnya disini). Nah, rumah pengasingan Bung Karno dan Bung Hatta dalam Peristiwa Rengasdengklok masih ada loh sampai sekarang. Bahkan bisa dibilang cukup terawat.

Tahun 2016 kemarin, tepatnya bulan Agustus (kalau enggak salah) saya berkunjung ke rumah yang memiliki nilai sejarah cukup tinggi bagi kemerdekaan Indonesia. Sesekali gitu kan, mainnya enggak ke alam terus, tapi meniliki tempat-tempat yang memiliki jejak sejarah.

Rumah Pengasingan Bung Karno & Bung Hatta

Rumah Peristiwa Rengasdengklok
Foto lama Rumah ini

Jujur aja sih ya, sebenarnya enggak enak juga kalau nyebut ini Ru-mah Pe-nga-si-ngan. Tapi mau nyebut apa lagi dong? Rumah Singgah? Kontrakan? Kosan? atau…. Rumah Penculikan? Ya apa dah, saya juga bingung. Okelah, enaknya kata pengasingan saya kasih tanda kutip aja (‘).

Rumah ‘Pengasingan’ Bung Karno & Bung Hatta ini terletak di Kampung Bojong Tugu, Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Kalau dari hasil bertanya-tanya dengan yang menjaga dan merawat rumah ini (mohon maaf saya lupa namanya). Lokasi rumah sebenarnya tidak terletak di tempat yang sekarang, lokasi awalnya terletak tepat di pinggiran sungai Citarum. Lokasi rumah sekarang berjarak 150 dari tempat aslinya.

Waktu itu, saya hanya berdua berkunjung ke Rumah ini, saya dan Jalil – Si Coeroeg loverszzz. Suasana disana teduh karena ada dua pohon besar di halaman depannya dan ada sebuah warung kecil disebelah kanannya. Kalau dilihat dari luar, sepertinya Rumah ‘Pengasingan’ waktu itu baru saja direnovasi. Dijadiin tembok, dibeton dan di dalamnya ada Tv 29 inch. Percaya? Jangan! haha. Renovasi disini artinya cat-cat yang usang diperbaharui.

Kondisi Rumah ‘Pengasingan’ Bung Karno dan Bung Hatta

Karena cuaca Karawang siang itu panas–kapan sih Karawang enggak panas?–, sebelum saya masuk ke dalam, saya sempatkan minum yang dingin-dingin tapi enggak sedingin sikapnya di warung yang ada disamping rumah. Disitu juga ada beberapa bapak-bapak yang lagi asik ngopi dan nonton berita soal racun sianida. Dan saya pun iseng, “Pak, hati-hati itu kopi jangan-jangan dikasih racun sianida.” Seketika si punya warung ngelirik saya. Peace pak, bercanda!

Sambil minum yang dingin-dingin, saya sempatkan tanya beberapa hal tentang Rumah ‘Pengasingan’. Dan ternyata rumah ini adalah milik salah satu pasukan Pembela Tanah Air (PETA), yaitu Djiaw Kie Siong. Dan sekarang yang merawat dan menjaga Rumah ‘Pengasingan’ adalah cucu dari Djiaw Kie Siong. Ooo, pantes kok ada yang sipit-sipit gitu.

RUMAH PENGASINGAN BUNG KARNO DAN BUNG HATTA DI RENGASDENGKLOK
Ruang tengah

Ketika kami masuk ke dalam terpampang foto-foto Bung Karno dan Bung Hatta, serta ada foto dari si pemilik rumah yang terletak di bagian paling tengah.

“Lil, ini apa?” tanya saya.
“Itu Wayang”
“Wayangnya cantik, kalau ada aslinya, mau gak ya dia sama gue?”
“Gak Mungkin!”
Lihat gambar di atas, ada wayang karakter Ibu Cellica, Bupati Karawang.

“Eh, Lil, itu kok ada sofa, ada Tivi juga?” Tanya saya ketika masuk ke bagian dalam (Lihat gambar di atas lagi, ada pintu masuk di bawah foto besar Bung Karno).
“Itu mah bukan bagian Rumah ‘Pengasingan’, dodol! Itu udah rumah yang jaga”
“Oiya?? Untung gue gak masuk kamarnya, siapa tau ketemu gadis”
“Pe’ak!”

RUMAH PENGASINGAN BUNG KARNO DAN BUNG HATTA DI RENGASDENGKLOK
Kamar di sisi kiri

Sebenarnya ada dua ruangan yang menjadi kamar tidur Bung Karno dan Bung Hatta di bagian kanan dan kiri, bukan lurus kedepan. Dari hasil tanya-tanya, bagian ruang tamu dan bagian kamar masih dipertahankan bentuk aslinya.

Secara keseluruhan, kondisi Rumah ‘Pengasingan’ Bung Karno dan Bung Hatta dalam Peristiwa Rengasdengklok masih terawat cukup baik. Cuma, ini kan rumah yang memiliki nilai sejarah, tapi tidak ada info-info sejarah seperti buku atau vidio Vlog gitu yang bisa menjelaskan secara gamblang tentang apa saja kerjadian pada malam 16 Agustus 1945 di Rumah itu. Yang ada hanya beberapa foto-foto yang terpajang di ruang tamu dan kamar. Selain itu, ada Cermin disana, lumayan bisa ngaca dikit (enggak penting!).

RUMAH PENGASINGAN BUNG KARNO DAN BUNG HATTA DI RENGASDENGKLOK
Kamar disisi kanan

Oiya, sepengalaman saya di tahun 2016 kemarin saat berkunjung ke Rumah ‘Pengasingan’ Bung Karno dan Bung Hatta ini, tidak ada tiket masuk atau biaya administrasi untuk masuk dan lihat-lihat isi di dalamnya. Semua gratis, yaa paling cuma bayar parkir 2 ribu rupiah sama bayar makanan atau minuman yang dibeli di warung sebelah (bukan endorse xD).

Rute ke Rumah ‘Pengasingan’ Bung Karno & Bung Hatta

Karena saya enggak memperhatikan jalan, saya lupa nama-nama daerahnya. Jadi, saya enggak bisa mendeskripsikan rutenya. Intinya, untuk rute menuju Rumah ‘Pengasingan’ Bung Karno dan Bung Hatta ini cukup mudah tapi jauh. Kalian di Karawang menuju Tanjung Pura setelah itu ambil arah ke Rengasdengklok, jika kalian sudah menemukan Tugu Kebulatan Tekad. Berarti kalian sudah tidak jauh dari Rumah ini. Untuk lengkapnya, kalian bisa ikuti google maps yang saya lampirkan. @arstory

Terima kasih sudah membaca artikel "Berkunjung ke Rumah Pengasingan Bung Karno & Bung Hatta di Rengasdengklok, Karawang". Jika artikel ini bermanfaat jangan lupa di share ya :). Baca juga artikel terkait "Berkunjung ke Rumah Pengasingan Bung Karno & Bung Hatta di Rengasdengklok, Karawang".

Maaf ya, Menghindari modus spam dan sejenisnya, komen saya moderasi. Terimakasih ^_^

10 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*