Teknik Foto Sederhana Untuk Yang Suka Traveling

Teknik Foto Saat Traveling
Saat Trip ke Curug Lalay

Senyum dikit, cekrek!

Kalau lagi traveling enggak lengkap memang kalau tidak mengabadikannya dalam bentuk gambar. Kegiatan fotografi memang menjadi salah satu kegiatan wajib kalau lagi traveling. Entah itu foto selfie, groufie, landscape, potrait, narsis atau apapun itu. Biar enggak bosen dan punya koleksi foto yang enggak cuma foto selfie, sebaiknya kita perlu sedikit tahu teknik foto sederhana yang bisa kita terapkan ketika traveling.

Bagus tidaknya foto itu tergantung dengan beberapa hal; tools atau alat yang digunakan, kemampuan orang yang menggunakan, dan momentum. Percuma dong kalau alatnya canggih banget misalkan mirorless tapi yang menggunakan enggak tau apa-apa. Tapi, enaknya kalau pakai alat canggih semacam DSLR dan mirorless itu ada mode auto. Disini, berhubung saya enggak punya DSLR atau Mirorless, saya cuma mau menyampaikan sedikit yang saya tau tentang fotografi.

Teknik foto yang saya gunakan bukan soal bokeh atau semacamnya. Tapi, lebih ke bagaimana gambar itu bisa enak dilihat aja sih. Berhubung saya juga masih belajar dan cuma bermodalkan android, harap maklum jika hasilnya sederhana-sederhana saja.

Teknik Foto Sederhana Saat Travelin

Komposisi Gambar

Teknik Foto Saat Traveling
Saat Trip ke Curug Lalay

Dosen mata kuliah Fotografi dan Dokumentasi PR yang pernah saya ikuti menyampaikan. Ada aturan tidak baku dalam meletakkan objek pada gambar, istilahnya ada beberapa macam seperti ; rules of third, golden ratio dan lain-lain. Komposisi gambar diperlukan agar kita bisa memberikan visual impact (kemampuan menyampaikan perasaan melalui foto), selain itu juga supaya membuat objek kesuluruhan foto seimbang.

Sudut Pandang

Teknik Foto Saat traveling
Low Angel

Nah, coba ambil sudut pandang yang sedikit unik biar terkesan tidak biasa-biasa saja. Bisa coba teknik low angel (pengambilan gambar dari bawah), frog angel (seperti low angel tapi lebih kebawah lagi), high angel (pengambilan gambar dari atas) dan Angel Karamoy, artis papan atas :D. Karena mengambil gambar dari posisi berdiri sudah terlalu mainstream, kalian bisa coba sambil jongkok, nungging, berbaring, telentang, telenlinggis, telenpacul dan lainnya.

Teknik Framing atau Memberi Bingkai Pada Foto

A photo posted by Ari Susanto (@arstory) on

Bukan bingkai untuk dipajang, tapi bagaimana objek foto terbingkai dengan alami menggunakan sudut pandang yang pas (hadeh, penjelasannya ngejelimet ya?). Kita bisa memanfaatkan ranting, jendela, pagar atau apapun yang bisa membuat foto terbingkai secara alami. Bisa lihat contohnya saja ya 🙂

Buat Perbandingan Menggunakan Objek

Curug cibareubeuy

Pada artikel sebelumnya tentang Curug Cibareubeuy saya menaksir tinggi curug itu lebih dari 50 meter. Agar saya bisa memperkuat argumentasi, saya mengambil foto dengan objek orang dan tinggi curug secara keseluruhan. Jadi, siapa saja bisa mengira-ngira seberapa tinggi Curug itu dengan hanya melihat foto.

Sederhanakan Foto

Teknik Foto Saat Traveling

Membuat pesan yang kuat tidak harus selalu menggunakan teknik-teknik yang ‘wah‘, cukup sederhanakan objek yang ingin kita ambil dengan komposisi foto lainnya. Terkadang, foto-foto yang sederhana seperti ini lebih memberikan kesan.

Backlight

Teknik Foto Saat Traveling

Nah, ini teknik paling sederhana sih ya. Karena fotografi adalah seni melukis cahaya, maka teknik backlight ini paling mudah. Kita cukup mengambil gambar dengan subjek / objek foto membelakangi sumber cahaya. Momen paling pas kalau lagi traveling dan ingin mengambil gambar backlight ini adalah saat sunset atau sunrise.

Ambil Gambar Saat Golden Hour (Jingga)

Candi Jiwa Karawang

Saya termasuk orang yang suka sekali dengan pemandangan cakrawala yang sedang jingga. Waktunya adalah pagi setelah subuh dan sore setelah asar dan sebelum maghrib. Terkadang kalau mengambil gambar pada saat golden hour kita bisa memberi kesan syahdu pada subjek. Selain itu juga warna jingga bisa memperkuat dimensi objek / subjek gambar karena cahaya datang dari samping.

Kita tentu pernah lihat gambar-gambar yang super indah di tempat-tempat wisata walaupun sebenarnya tempat wisata itu biasa-biasa saja. Alat, pengetahuan dan momentum yang pas bisa membuat tempat yang biasa-biasa saja menjadi luar biasa ketika di foto. Sebenarnya biar foto-foto traveling kita tidak membosankan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Jangan Cuma Selfie

Teknik Foto Saat Traveling

Jalan-jalannya ke Menara Eifel tapi fotonya selfie smua, Menara Eifelnya enggak kelihatan tapi jerawat pada jelas kelihatan, kan lucu ya. Hehe, itu cuma perumapaan, loh.

Background Sejuta Umat

Teknik Foto Saat Traveling

Nah, ini. Kalau kita ke tempat wisata yang ramai banget, coba cari sudut pandang yang lebih enak sedikit untuk mengambil foto biar hasil foto kita berbeda dari yang lain. Sudah selfie terus backgroudnya sejuta umat.

Artikel ini bukan bertujuan untuk menggurui, lebih ke sharing pengalaman ketika mengambil foto saat traveling. Banyak diluar sana yang saya kagumi hasil foto-fotonya, sembari belajar apa salahnya kalau berbagi 🙂

Itu saja yang bisa saya sampaikan tentang “Teknik Foto Sederhana Untuk Yang Suka Traveling” semoga bermanfaat.

Arstory

Terima kasih sudah membaca artikel "Teknik Foto Sederhana Untuk Yang Suka Traveling". Jika artikel ini bermanfaat jangan lupa di share ya :). Baca juga artikel terkait "Teknik Foto Sederhana Untuk Yang Suka Traveling".

Maaf ya, Menghindari modus spam dan sejenisnya, komen saya moderasi. Terimakasih ^_^

4 Comments

  1. Betul sekali. Kuncinya itu bagaimana kita dan orang lain itu senang lihat foto kita.
    Dan sekarang ini semua serba canggih, kamera HP pun sudah canggih. Semua sudah diberi kemudahan untuk bisa memotret. Semua orang bisa memotret 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*